Rabu, 14 Januari 2009

Kunir Putih, Melawan Kanker dengan Imunomodulator

JAKARTA – Kecil ukurannya. Tapi jangan diremehkan khasiatnya. Kunyit putih alias temu putih adalah satu di antara tanaman berkhasiat yang bisa diolah menjadi obat tradisional. Bernama latin Curcuma zedoaria, kunyit putih merupakan tanaman rimpang atau umbi-umbian. Selintas tanaman ini mirip dengan temu mangga, sebab warnanya sama-sama putih.
Kunyit atau kunir putih juga berbeda dengan kunyit kuning yang berwarna kuning. Tanaman ini bermanfaat untuk melegakan perut yang kembung. Bahkan sebagian orang meyakininya dapat mencegah kanker. Juga ada yang mengklaimnya sebagai obat kanker.
Bisa jadi ini karena kunir putih memiliki sifat antikanker lewat kerja imunomodulator-nya. Ekstrak kedua tanaman ini pada percobaan mencit ternyata memperbanyak jumlah limfosit, meningkatkan toksisitas sel pembunuh kanker (natural killer) dan sintetis antibodi spesifik. Sifat-sifat di atas akan menguatkan mekanisme pertahanan tubuh terhadap virus maupun sel kanker.
Temu putih termasuk divisi Spermatophyta, sub divisi Angiospermae, kelas Monocotyledoneae, bangsa Singiberalis dan suku Zingiberaceae. Kelamaan tanaman ini dikenal juga sebagai obat antivirus. Bisa diminum sebagai jamu setelah diparut umbinya dan digodok dengan air. Kini produsen jamu juga menjualnya dalam bentuk jamu instan.
Sebenarnya tanaman ini mudah dijumpa. Banyak tumbuh di alam bebas seperti ladang. Termasuk dalam golongan semak tinggi yang dapat mencapai dua meter. Batangnya semu, berbentuk silindris, lunak. Batang di dalam tanah membentuk rimpang berwarna hijau pucat.
Untuk mengolahnya menjadi obat, umbinya yang mengandung saponim, flanoida, dan polifenol dapat diparut lebih dulu. Setelah itu diperas dan disaring. Campurkan ke dalam air panas mendidih agar melarut dengan sempurna. Bisa diminum dan dicampur sedikit gula agar rasanya enak.(mer)